Wednesday, August 27, 2008

Pesawat C-130 Hercules Milik AU Filipina Jatuh

Davao, Selasa - Sebuah pesawat transpor Angkatan Udara Filipina jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Davao City, Filipina selatan, Senin (25/8) malam. Dua pilot serta tujuh awak pesawat angkut militer C-130 Hercules yang terlibat dalam operasi militer di selatan itu dilaporkan tewas.
Kepala Staf AU Filipina Letjen Pedrito Cadungog, kepada wartawan, Selasa, menegaskan, pesawat C-130 Hercules itu jatuh saat lepas landas di Bandara Davao, Senin malam. Kontak radio hilang beberapa menit setelah lepas landas.
Cadungog menolak berspekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat itu. Dia mengatakan, sabotase ”selalu merupakan kemungkinan”, terutama berkaitan dengan aksi serangan udara dan darat secara besar-besaran terhadap aksi pemberontakan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Filipina selatan.
Cadungog mengatakan, gerilyawan MILF diperkirakan tidak memiliki senjata yang mampu menjatuhkan pesawat yang terbang pada ketinggian di atas beberapa ribu kaki. Pesawat angkut C-130 itu berada pada ketinggian sekitar 5.000 kaki atau 1.524 meter. Saat itu, pilot pesawat sedang meminta izin jalur penerbangan.
Sejumlah saksi mengaku mendengar suara ledakan yang cukup keras tidak lama setelah pesawat itu lepas landas. Kedua pilot di balik kemudi C-130 itu sangat berpengalaman. Cadungog mengakui, musibah pesawat angkut militer ini ”cukup membingungkan”.
Pesawat kargo militer itu lepas landas hari Senin pukul 20.50 dan kehilangan kontak lima menit kemudian. Cuaca saat itu dilaporkan cukup cerah.
”Kami telah menemukan satu jenazah dari awak pesawat yang jatuh itu,” kata Cadungog. Regu penolong dan nelayan setempat juga menemukan banyak puing pesawat.
”Nelayan dan warga di desa pesisir di Davao City menyerahkan beberapa bagian dari pesawat itu, termasuk sebuah roda. Juga diserahkan sebuah buku panduan penerbangan C-130 dan dokumen lainnya,” katanya.
Barang-barang pribadi, seperti sepatu bot, tanda pengenal, potongan baju, dompet, dan dokumen AU, ditemukan di desa- desa pesisir dekat lokasi jatuhnya pesawat.
Kapten Arnel Gonzales, ketua tim pencarian, mengatakan, peralatan sonar menunjukkan kemungkinan reruntuhan badan pesawat berada di kedalaman 181 meter, sekitar 2,5 mil laut di lepas pantai Davao City.
Minta bantuan AS
Cadungog mengatakan, AU Filipina telah meminta bantuan militer Amerika Serikat dalam upaya pencarian pesawat C-130 itu. Sebuah pesawat AS diperkirakan akan bergabung dengan delapan pesawat dan helikopter Filipina.
Upaya pencarian berpusat di kawasan beradius 30 kilometer dari sekitar Bandara Davao City. Cadungog mengatakan, pesawat C-130 itu berada di Davao untuk mengisi bahan bakar, dalam perjalanan ke kota Iloilo di Filipina tengah untuk menjemput lebih dari 80 personel Pasukan Keamanan Kepresidenan.
Presiden Gloria Macapagal-Arroyo, Senin, berada di Iloilo untuk menghadiri upacara mengenang seorang kolonel Angkatan Darat Filipina yang terbunuh.
Pesawat naas itu sebelumnya membawa pasukan dari Fort Magsaysay, sebuah pangkalan militer di Provinsi Nueva Ecija di utara Davao City, Mindanao.
Kawasan tengah dan barat Mindanao menjadi ajang pertempuran antara militer Filipina dan MILF. Militer mengejar tiga komandan MILF yang bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah warga sipil di tiga provinsi di kawasan itu pekan lalu.

Sumber: Kompas, Rabu, 27 Agustus 2008.

No comments: